O.N..R.E.C.O.V.E.R.Y
Friday, July 3, 2009
Cara Mudah Membangun External Link
Salah satu kegiatan internet marketing dalam rangka meningkatkan blog dimata search engine adalah dengan meningkatkan Internal link dan External link. Internal link adalah kegiatan menambah artikel yang original kedalam blog kita.
Sedangkan External Link adalah menambah one way backlink (Link satu arah) ke blog/situs kita.
Seorang kawan saya menemukan sebuah cara yang sangat mudah dan sangat efektif untuk meningkatkan link satu arah ke blog/situs kita.
Jika anda ingin blog anda ke banjiran pengunjung dan link satu arah, silahkan pelajari baik-baik article dibawah ini.
Ingat!!! Agar proses ini berjalan dengan sempurna maka dibutuhkan kejujuran anda dalam mengikuti permainan ini.
------ Copy mulai di sini ------
Silahkan pelajari dengan baik lalu anda terapkan dengan benar....
Ada kata bijak yang mengatakan "Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)", mari kita buktikan....apakah konsep kejujuran disini dapat kita gunakan untuk menghasilkan traffic dan popularity yang sangat hebat dari sebuah metode rumit para expert webmaster atau pakar SEO..?...
Saya percaya kita bisa asal metode ini anda terapkan dengan benar...,apabila ini di aplikasikan pada web/blog anda sesuai ketentuan maka:
* Blog anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa anda harus repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek melakukan promosi keberbagai tempat di dunia online.
* Blog anda juga akan kebanjiran backlink secara signifikan hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.
Hal yang harus anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :
1. Buatlah postingan artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste artikel ini. Lalu beri Judul sesuka anda (karena itu merupakan SEO buat web/blog anda sendiri).
2. Anda cukup hanya meletakkan Link-Link di bawah ini pada artikel anda tersebut pada blog/web anda.
1. Detik.com
2. Okezone.com
3. Facebook.com
4. Friendster.com
5. Google.com
6. Bisnis Online
7. Panduan belajar Wordpress
8. Software Asli
9. Lirik Music Indo
10. Lirik Music Luar
11. Free Template
12. Jogja-Blogger
13. Tutorial Blogging | Internet Bisnis Online
14. pVidia Blog
15. Mrs.Danielo
PERATURAN :
1. Sebelum anda meletakkan Link-Link tersebut ditas ke dalam postingan web/blog anda, harap hapus Link nomor 1 , Sehingga link no 1 hilang dari daftar link dan setiap link anda naikkan 1 level ke atas. Yang tadinya no 2 naik menjadi no 1, yang tadinya no 3 menjadi no 2, yang tadinya no 4 menjadi no 3 dan begitu seterusnya. Setelah itu masukkan Link anda pada urutan Paling bawah ( no 15 ).
2. Ingat!!! Jangan Merubah Urutan daftar link
Apabila setiap blogger yang ikut dalam metode ini berhasil diduplikasi ole blogger lain yang akan bergabung, andaikan 5 blogger yang bergabung maka Backlink yang anda dapat adalah
Ketika posisi anda 15, jumlah backlink = 1
Posisi 14, jml backlink = 5
Posisi 13, jml backlink = 25
Posisi 12, jml backlink = 125
Posisi 11, jml backlink = 625
Posisi 10, jml backlink = 3.125
Posisi 9, jml backlink = 15.625
Posisi 8, jml backlink = 78.125
Posisi 7, jml backlink = 390.625
Posisi 6, jml backlink = 1.953.125
Posisi 5, jml backlink = 9.765.625
Posisi 4, jml backlink = 48.828.125
Posisi 3, jml backlink = 244.140.625
Posisi 2, jml backlink = 1.220.703.125
Posisi 1, jml backlink = 6.103.515.625
Dan semua Dari kata kunci yang anda inginkan, bayangkan jika ini bisa berjalan dengan sempurna maka anda akan memperoleh 6.103.515.625 external link yang berasal dari berbagai blog yang anda tidak akan pernah bayangkan sebelumnya. Belum lagi apabila ada pengunjung blog anda dari Link List tersebut diatas maka otomatis anda akan memperoleh traffic ke web/blog anda juga.
Ingat!!! Aturuan mainnya, Anda harus memulai dari urutan paling bawah (no 15) sehingga hasil backlink anda bisa Maksimal. Jangan salahkan saya apabila anda tidak mengikuti metode ini dengan benar dan Link anda tiba-tiba berada pada urutan no 1 dan menghilang pada Link daftar. Jadi mulai lah pada urutan paling bawah(no 15).
Bisakah Anda melakukan tindakan tidak fair atau tidak jujur dengan menyabotase metode ini, misalkan saja "menghilangkan semua link asal" lalu di isi dengan link web/blog anda sendiri...? .... Bisa!!! dan metode ini menjadi tidak maksimal. Kejujuran adalah strategi/politik terbaik.....Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu...
---- SELESAI ----
Catatan :
Silahkan anda copy paste artikel tersebut di atas mulai dari ----- copy mulai di sini ---- sampai -----SELESAI ----. Boleh juga anda berkreasi dengan memberi sedikit basa basi terlebih dahulu. Semoga metode ini bisa berjalan sesuai harapan kita bersama. . . ! ! !
Thursday, July 2, 2009
Hand Drawing : Karikatur "my baby Jibriel..."
Just to Share...
Idealism Project,
Mrs. Danielo's day,
Portfolio
Monday, June 29, 2009
Wednesday, June 3, 2009
Sunday, April 5, 2009
Pada Suatu Ketinggian
Itu judul lukisan yang aku tunggu kedatangannya. Fyuh…akhirnya sampai juga. Terkemas rapi dengan banyak selotip di sudutnya. Sejenak aku termenung. Perlahan aku buka gulungan itu untuk mengukur kembali panjang dan lebar lukisan itu, karena sudah lama sekali aku tidak melihat apalagi menyentuhnya.
Bau kanvas.
Harum cat minyak.
Wangi kenangan Yogyakarta.
....
Kembali kubenahi memori yang tercecer.
Setetes iba melesap dalam ketika pertama mengenal sosok itu. Postur tubuh yang tak sejajar kerap membuat kehadirannya tak nampak olehku, hingga menginspirasikan ejekan segar bagi teman2nya. Kadang kutemukan kucing kecil kuyup kedinginan pada pipinya yang bersemu jingga.Tak jarang pula kulihat kepedihan berlintasan pada mata itu diantara gelak tawa. Namun tak berapa lama kemudian aku mengetahui bahwa semua rasa itu tak berarti baginya. Ia adalah seorang seniman polos yang emosinya terpelihara dengan berekspresi. Ia dapat tertawa kapan saja ia mau, ia dapat menuangkan airmatanya diatas kanvas, dan ia dapat bercinta dengan selembar kertas.
Namun malam itu berbeda…
November 1997.
Langit Malioboro yang cerah berbintang ternyata membuat warna tersendiri dimatanya. Ia datang memenuhi taksi dengan berjuta keceriaan. Dari balik jendela lambaian tangannya terlihat heboh. Seribu celoteh kental Jawa Timurnya. Aku tergopoh menghampiri karena hampir 15 menit kami terlambat dari waktu yang dijanjikan. Sejenak kemudian aku tersenyum kecut ketika mendapati tak ada kesempatan bicara. Tetapi tak mengapa, karena bibir dan
bahasa tubuh yang riuh meluapkan gairah itu diam2 menyelundupkan sebersit keharuan yang indah. Berbagai kemungkinan tentang kedatangan kami pada pameran bersama itu tak henti ia cecarkan. Aku pun hanya melepas senyum ketika beberapa pasang mata ternyata memang melirik keberadaan kami penuh arti. Beberapa diantaranya sempat gaduh menggoda ketika aku mulai mendorong kursi rodanya menyusuri pelataran Vredeburg.
Oh, empat buah lukisannya telah terpajang anggun. Goresan itu sukses menguraikan dunia lain dari seorang Ponco. Kesedihan yang terbakar letupan gairah hidup. Gorgeous!
“Mas, kenapa setiap tokoh selalu dilukis terbalik dan gak punya ka….”. Ups.
Tiba2 pertanyaanku dipotong kesadaran. Ia memang tidak memilikinya! Namun rupanya ia hany a tersenyum seolah sudah terbiasa dengan reaksi sejenis. “Gak papa kok Ul, emang itu ciri khasku dari dulu. Semua tokohnya berambut panjang dan kubuat terbalik tanpa kaki. Uff, thanx God... Lantas aku coba beralih pada pertanyaan lainnya, “Aliran ini namanya apa Mas?”. Ditanya seperti itu ia hanya terkekeh sambil bertanya pada seorang teman yang terdekat dari posisinya. Pria tersebut ikut terkekeh dan menjawab dengan asal. “Ra mudeng lah ul…terserah mo dibilang apa. Aku juga risih dibilang seniman.” Katanya sambil membeliakkan mata jenaka.
Aku hanya manggut2 sambil terus menyapu ruangan dengan pandangan takjub. Oh cita2 yang tak tercapai…ejek batinku sambil tersenyum sinis…. Yuh kita ngaso didepan, pintanya. Aku mengangguk setuju ketikamenyadari bahwa perutku juga berontak minta diisi. Bibirnya tak pernah berhenti menceritakan kisah2 lucu pada malam itu. Tidak juga pada saat aku kembali mendorong kursi rodanya dengan hati2 menuruni tangga benteng Vredeburg.
Remang lampu jalanan, bau gorengan dan bintang2 cemerlang menyelimuti malam itu. Semilir sejuk Malioboro berhasil membinasakan ketegangan yang sedari tadi nampak jelas di wajah Ponco. Ketika ia diam, terduduk manis menikmati segelas sekoteng hangat, aku pun beringsut meregangkan badan, melepas pegangan pada kursi roda, dan bertopang pada kusi panjang sambil mendongak. “Ya ampun, kayanya udah lama banget gak menatap langit kaya gini yah…” gumamku lirih. Ia ikut menatap kelangit. Menarik napas panjang… tak lama kemudian tersenyum mengangguk.
Senyap sesaat.
Ia meniup halus sekotengnya.
Ketika leherku berputar kearah pengunjung yang baru datang, ia mulai
berbisik lirih , dengan nada pilu.
Tiba2...
Ia mengawali cerita akan masa2 sulit dalam hidupnya. Tentang perjuangan hidupnya sebagai anak piatu tunggal yang dididik keras untuk meniti hidup mandiri tanpa mengenal kata bergantung. Berbagai kisah mengalir deras, menghanyutkan emosi yang sekian lama tertahan bendungan tua. Mata nanarnya menatap ‘sepasang cobaan’ itu. Lalu pelan2 ia merambati mataku. Semakin dalam. Semakin jelas kilauan gelas rapuh pada bola matanya. Semakin terbuka jalur itu. Semakin jelas isi hati seorang Ponco. Semakin aku mengerti, ada kerinduan yang terkikis luka batin. Sekilas aku tersenyum, karena sudah lama aku mengerti bahwa ia sangat berharap semua orang tidak terbeban dengan kehadirannya. Beberapa cinta yang tak terbalas kemudian membuat retakan gelas itu nyaris runtuh dari bola matanya. Oh, jangan! Kupikir ada baiknya bercerita tentang masa depan. Lebih baik kita melebur tawa di jantung kota…
Malam meranjat syahdu ketika beberapa pengamen membawakan lagu ‘Yogyakarta’ buat kami. Ia terbahak sembari melontar ledekan bahwa lagu itu dipilih karena dandananku terlalu ke-turis2an malam itu. Kontan saja aku mengelak dan membuktikan ke-Jawa-anku dengan logat medok yang ngawur. Rombongan pengamen itu pun lantas ikut tergelak. Kilatan bahagia
terpancar jelas dari matanya saat itu… diantara derai-derai tawa yang indah…
Kenangan itu kemudian membekas abadi pada selembar kanvas 1,5 x 2 meter, berwarna terang, yang ia bilang telah dibuat jauh sebelum keakraban kami terjalin. Sebelum semua surat2 itu datang, sebelum aku bertandang ke workshop dan sebelum pameran itu kami hadiri, rupanya ia sempat memandangku dari jendela di kejauhan. Saat itu, namaku menggelayuti angannya dan diam2 tertuang sebagai cahaya lembut.
Rembulan dilangit merah yang sepi.
Bundar dan landai.
Kembali kupandangi lukisan expressionist itu. Sesosok manusia gondrong yang bergantung terbalik. Ia bergigi lima, dengan bola mata mencuat dan bintik hati berwarna putih yang terselimuti lapisan hitam.
Kutelusur gurat2an halus itu dengan jemari…..
Ponco = Lima
Nurul = Cahaya
Pada Suatu Ketinggian = Semoga engkau menatapku dengan bahagia dari sisi-Nya.
“Selamat jalan mas Ponco.”
Subscribe to:
Posts (Atom)










